Resensi ini ditulis berdasarkan rekaman video wayang kulit gagrak banyumas oleh Ki Suwarjono (Almarhum) yang ditampilan di www.youtube.com/maindul
Lakon ini mengisahkan Raden Gatotkacaca yang berencana mendirikan sebuah kesatrian di Kerajaan Pringgondani yang merupakan warisan kekeknya Prabu Trembuku yang juga merupakan ayah dari Dewi Arimbi istri Raden Werkudara (bapak dari R. Gatotkaca). Dalam pembangunan ini terdapat beberapa sandungan oleh ketidaksetujuan pihak Astina yang dilakukan oleh prabu.Wasawala yang dihasut oleh Begawan Durna. Karena prabu Wasawala ini siung nya merupakan titisan prabu Dasamuka dari kerajaan Alengka, maka kesaktianya bertambah sehingga Raden Antareja dan Raden Gatotkaca kalah dalam peperangan dan menjadi hangus (koma).
Dengan keadaan putranya yang sedang koma, Dewi Arimbi sangat sedih, namun kesedihan itu trobati setalah Semar yang merupakan pamongnya Pandawa memberi tahu bahwa keadaan Raden Antareja dan Gatotkaca dapat disembuhkan dengan wasiat slendang yang merupakan tinggalan dari prabu Trembuku yang ternyata dimiliki oleh Arimbi. Akhir cerita dikalahkanya prabu Wasawala yang sangat sakti, ternyata mempunyai kelemahan kalau berperang dengan monyet putih, oleh karena itu Prabu Wasawala kalah berperang dengan Raden Hanoman.